Assalamu’alaikum wr.wb
Allahummashalli ‘alaa Muhammad wa’ala alihi Muhammad.
Alhamdulillahirabbil’alamiin, wasshalatuwassalaamu’ala ashrafil ambiyaaiwal mursalin, wa’ala alihi wa ashhabihi ajma’in amma ba’du.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang memberikan rahmat kepada kita sehinnga saat ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat.
Artinya:
“Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah Ditetapkan oleh Allah bagi kami.Dia-lah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (at-Taubah:51)
Dalam hidup, kita harus siap menerima dua kenyataan yaitu manis dan pahitnya hidup. Kalau yang manis sudah jelas banyak orang yang siap, tetapi kalau yang pahit belum tentu. Padahal keduanya selalu bergantian mengiringi langkah kita. Terkadang kita dapat tersenyum bahkan tertawa, tetapi terkadang kita juga dapat murung bahkan menangis. Itulah yang namanya hidup. Ada pergiliran jatah hidup untuk kita, seperti firman Allah SWT:
Artinya:
“…Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)….” (Ali-Imran:140)
Kita terkadang tidak dapat memilih. Kita tidak dapat menghindar dari bagian pahit kehidupan. Semuanya harus kita terima seperti kita juga harus menerima bagian yang manis dalam hidup ini.
Jemaah sekalian, tadak ada satupun kejadian dan penciptaan di dunia ini yang sia-sia. Bukan tanpa alasan, Allah SWT memberi kita aneka musibah. Renungkanlah, sekurang-kurangnya ada beberapa alasan mengapa Allah memberi musibah kepada kita, diantaranya:
1. Agar sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah, serba terbatas, dan serba kekurangan. Setinggi apapun keinginan kita, kita harus sadar bahwa banyak hal yang tidak bisa ditolak dan dilawan oleh manusia, termasuk ketetapan Allah.
2. Uji ketabahan bagi kita. Jiwa dan pikiran kita akan semakin matang dan dewasa manakala kita dapat bersabar dan tabah dalam menghadapi berbagai ujian. Akhir sesungguhnya dari kehidupan kita bukanlah di dunia, tetapi di akhirat. Itulah balasan yang sesungguhnya bagi kita. Jadi, manakala kita menghadapi berbagai musibah, tetaplah kukuh. Jadikan diri kita setegar batu karang karena Allah tengah mempersiapkan berbagai ganjaran penghargaan atas ketabahan kita. Firman Allah SWT:
Artinya:
“…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)
Sering yang membuat hidup ini terasa sulit adalah pikiran dan perasaan kita sendiri. Bukan orang lain juga bukan keadaan kita. Tengoklah ke sekeliling kita, betapa banyak orang yang masih bisa tersenyum walau didera berbagai kesusahan.
Maka, janganlah iri hati pada mereka yang berbahagia saat diberi kenikmatan, tetapi cemburuilah orang-orang yang tetap kuat saat menghadapi kesulitan.
3. Sebagai pelajaran. Tidaklah Allah menciptakan kegagalan dan musibah melainkan ada hikmahnya. Dalam setiap musibah ada pelajaran yang bias kita petik, baik untuk perbaikan di masa mendatang maupun untuk bisa kita hindari kelak.
4. Menghapus kesalahan. Seperti arti hadits berikut: “Tidaklah seorang muslim menderita kelelahan atau penyakit atau kesusahan hati, bahkan gangguan berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosanya.” (HR Bukhari, Muslim).
5. Menaikkan peringkat kita. Kita belum akan menjadi orang yang benar-benar kuat sebelum melewati berbagai ujian. Begitulah cara Allah mengokohkan prestasi kita. Allah menaikkan peringkat kita dengan memberikan berbagai ujian. Seperti arti hadits berikut:“Siapa yang dikehendaki oleh Allah padanya suatu kebaikan, maka diberinya musibah.” (HR Bukhari)
Untuk itu, hadapilah resiko kehidupan ini dengan bersabar dan bersyukur dalam menerima takdir Allah SWT. Melarikan diri dari kegagalan atau musibah tidaklah menyelesaikan masalah. Langkah itu hanya mengalihkan perhatian kita untuk sementara waktu. Percayalah bahwa Allah tidak akan pernah menguji kita melainkan ujian itu sesuai dengan kemampuan kita. Jadi, tidak ada permasalahan melainkan bisa kita lalui.
Saya kira cukup sekian ceramah dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat memberi manfaat. Jika ada kekurangan itu datangnya dari saya dan jika ada kelebihan itu datangnya dari Allah SWT.
Wassalamu’alaikum wr.wb
cat: diambil dari artikel punya user :D
No comments:
Post a Comment