Friday, May 19, 2006

buat cewek

Jika kamu memperlakukannya dengan baik,
dia pikir kamu jatuh cinta padanya.
Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.

Jika kamu berpakaian bagus,
dia pikir kamu sedangmencoba untuk menggodanya.
Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.

Jika kamu berdebat dengannya,
dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam,
dia bilang kamu nggak punya otak.

Jika kamu lebih pintar dari pada dia,
dia akan kehilangan muka.
Jika dia yang lebih pintar,
dia bilang dia paling hebat.

Jika kamu tidak cinta padanya,
dia akan mencoba mendapatkanmu.
Jika kamu mencintainya,
dia akan mencoba untuk meninggalkanmu.

Jika kamu beritahu dia masalah mu,
dia bilang kamu menyusahkan.
Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.

Jika kamu cerewet pada dia,
kamu dibilang seperti seorang pengasuh baginya.
Tapi jika dia yang cerewet ke kamu, itu karena dia
perhatian.

Jika kamu langgar janji kamu,
kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkari janjinya,
dia melakukannya karena terpaksa.

Jika kamu merokok, kamu adalah cewek liar !
Tapi kalo dia yang merokok ,
dia adalah seorang gentleman, wuiihh..!

Jika kamu menyakitinya, kamu dibilang perempuan kejam.
Tapi jika dia yang menyakitimu, itu karena kamu
terlalu sensitif dan terlalu sulit untuk dibuat
bahagia !!!!!

Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok,
mereka pasti bersumpah kalau ini tidak benar.
Tapi jika kamu tidak mengirimkan ini pada mereka,
mereka akan bilang kamu egois.

Sunday, May 14, 2006

INFO PENTING ( GIMANA NIH ? ) Turut Sebarkan Pornografi Diancam 2 Tahun Penjara

Jumat , 14/04/2006 18:29 WIB
Turut Sebarkan Pornografi Diancam 2 Tahun Penjara
Achmad Rouzni Noor II - detikInet
ilustrasi (diolah)
Cisarua, Bila RUU Informasi dan Trasaksi
Elektronik (ITE) sudah disahkan menjadi
undang-undang, maka setiap orang yang menyebarkan
informasi elektronik berbau porno melalui komputer
atau sistem elektronik akan diancam 2 tahun penjara.

Hal itu diungkap Ahmad Ramli, Staff Ahli Bidang
Hukum Menteri Komunikasi dan Informatika. Dirinya
merupakan pihak yang turut merancang RUU ITE tersebut.

"Jika seseorang menerima e-mail berbau pornografi
lalu disebarkan, it's a crime. Tindakan itu bisa
terjerat pidana dengan ancaman penjara dua tahun
bila RUU ITE sudah disahkan," kata Ramli seusai
acara Forum Komunikasi Wartawan Depkominfo di
Puncak, Kamis (13/4/2006). "Tapi kalau orang itu
hanya menerima saja dan tidak menyebarkannya lagi,
ya dia tidak dikenai pasal itu," imbuhnya.

Larangan untuk menyebarkan hal berbau porno itu
terdapat dalam RUU ITE Pasal 26 Bab VII yang
berbunyi : "Setiap orang dilarang menyebarkan
informasi elektronik yang memiliki muatan
pornografi dan atau pornoaksi melalui komputer
atau sistem elektronik.". RUU ITE hingga kini
masih dalam pembahasan di DPR, dan diharap Ramli
bisa bisa segera diputuskan menjadi UU pada 2006 ini.

Selain membahas masalah penyebaran pornografi, ada
beberapa poin lain yang terdapat pada draft RUU
ITE seperti: tentang ketentuan mengenai informasi
dan dokumen elektronik, pembentukan lembaga
sertifikasi elektronik, ketentuan tanda tangan
elektronik, tata cara penyelenggaraan sistem
elektronik, ketentuan nama domain berdasarkan
prinsip pendaftar pertama dan penyelenggaranya,
serta ketentuan kejahatan elektronik (cyber crime)
beserta peraturan pidananya.

Sebelumnya, praktisi hukum ICT Watch Rapin
Mudiarjo beranggapan banyak terdapat pasal-pasal
yang tidak relevan pada draft RUU ITE dengan
fungsi ITE sebenarnya, karena prinsip pembuatannya
yang salah sejak awal. Sedangkan untuk membahas
RUU ITE, praktisi teknologi informasi Priyadi Iman
Nurcahyo pun membuatkan wadah berupa mailing-list.

Pentingnya UU ITE

Ramli sendiri merasa RUU ITE perlu segera disahkan
menjadi UU karena hal itu dianggap penting untuk
membangun kepercayaan setiap pihak dalam transaksi
elektronik dan sebagai payung hukum bila terjadi
masalah dalam transaksi itu.

"Saya heran sekali kalau orang nggak perlu UU ini.
Padahal banyak yang punya kartu kredit untuk alat
transaksi dan hanya ada slip kertas kecil sebagai
bukti transaksinya. Namun, apakah slip itu bisa
dijadikan bukti di pengadilan bila terjadi masalah
nantinya?" ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu
digarisbawahi dalam ITE. Pertama, bagaimana agar
transaksi elektronik itu diakui layaknya transaksi
biasa. Kedua, bagaimana agar alat bukti elektronik
bisa jadi alat bukti di pengadilan. Ketiga, soal
penyalahgunaan komputer.

"Lalu, bagaimana orang mau percaya kalau kita
sendiri nggak punya UU-nya? Ya, kita harapkan
tahun ini bisa kelar," tandasnya. (rou)

[forward dari buletin fs-na mas doni :D]

Sunday, May 07, 2006

Mengapa Harus Ada Duka?

Assalamu’alaikum wr.wb

Allahummashalli ‘alaa Muhammad wa’ala alihi Muhammad.

Alhamdulillahirabbil’alamiin, wasshalatuwassalaamu’ala ashrafil ambiyaaiwal mursalin, wa’ala alihi wa ashhabihi ajma’in amma ba’du.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang memberikan rahmat kepada kita sehinnga saat ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat.

Artinya:

“Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah Ditetapkan oleh Allah bagi kami.Dia-lah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (at-Taubah:51)

Dalam hidup, kita harus siap menerima dua kenyataan yaitu manis dan pahitnya hidup. Kalau yang manis sudah jelas banyak orang yang siap, tetapi kalau yang pahit belum tentu. Padahal keduanya selalu bergantian mengiringi langkah kita. Terkadang kita dapat tersenyum bahkan tertawa, tetapi terkadang kita juga dapat murung bahkan menangis. Itulah yang namanya hidup. Ada pergiliran jatah hidup untuk kita, seperti firman Allah SWT:

Artinya:

“…Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami Pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)….” (Ali-Imran:140)

Kita terkadang tidak dapat memilih. Kita tidak dapat menghindar dari bagian pahit kehidupan. Semuanya harus kita terima seperti kita juga harus menerima bagian yang manis dalam hidup ini.

Jemaah sekalian, tadak ada satupun kejadian dan penciptaan di dunia ini yang sia-sia. Bukan tanpa alasan, Allah SWT memberi kita aneka musibah. Renungkanlah, sekurang-kurangnya ada beberapa alasan mengapa Allah memberi musibah kepada kita, diantaranya:

1. Agar sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah, serba terbatas, dan serba kekurangan. Setinggi apapun keinginan kita, kita harus sadar bahwa banyak hal yang tidak bisa ditolak dan dilawan oleh manusia, termasuk ketetapan Allah.

2. Uji ketabahan bagi kita. Jiwa dan pikiran kita akan semakin matang dan dewasa manakala kita dapat bersabar dan tabah dalam menghadapi berbagai ujian. Akhir sesungguhnya dari kehidupan kita bukanlah di dunia, tetapi di akhirat. Itulah balasan yang sesungguhnya bagi kita. Jadi, manakala kita menghadapi berbagai musibah, tetaplah kukuh. Jadikan diri kita setegar batu karang karena Allah tengah mempersiapkan berbagai ganjaran penghargaan atas ketabahan kita. Firman Allah SWT:

Artinya:

“…Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

Sering yang membuat hidup ini terasa sulit adalah pikiran dan perasaan kita sendiri. Bukan orang lain juga bukan keadaan kita. Tengoklah ke sekeliling kita, betapa banyak orang yang masih bisa tersenyum walau didera berbagai kesusahan.

Maka, janganlah iri hati pada mereka yang berbahagia saat diberi kenikmatan, tetapi cemburuilah orang-orang yang tetap kuat saat menghadapi kesulitan.

3. Sebagai pelajaran. Tidaklah Allah menciptakan kegagalan dan musibah melainkan ada hikmahnya. Dalam setiap musibah ada pelajaran yang bias kita petik, baik untuk perbaikan di masa mendatang maupun untuk bisa kita hindari kelak.

4. Menghapus kesalahan. Seperti arti hadits berikut: “Tidaklah seorang muslim menderita kelelahan atau penyakit atau kesusahan hati, bahkan gangguan berupa duri melainkan semua kejadian itu akan berupa penebus dosanya.” (HR Bukhari, Muslim).

5. Menaikkan peringkat kita. Kita belum akan menjadi orang yang benar-benar kuat sebelum melewati berbagai ujian. Begitulah cara Allah mengokohkan prestasi kita. Allah menaikkan peringkat kita dengan memberikan berbagai ujian. Seperti arti hadits berikut:“Siapa yang dikehendaki oleh Allah padanya suatu kebaikan, maka diberinya musibah.” (HR Bukhari)

Untuk itu, hadapilah resiko kehidupan ini dengan bersabar dan bersyukur dalam menerima takdir Allah SWT. Melarikan diri dari kegagalan atau musibah tidaklah menyelesaikan masalah. Langkah itu hanya mengalihkan perhatian kita untuk sementara waktu. Percayalah bahwa Allah tidak akan pernah menguji kita melainkan ujian itu sesuai dengan kemampuan kita. Jadi, tidak ada permasalahan melainkan bisa kita lalui.

Saya kira cukup sekian ceramah dari saya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat memberi manfaat. Jika ada kekurangan itu datangnya dari saya dan jika ada kelebihan itu datangnya dari Allah SWT.

Wassalamu’alaikum wr.wb


cat: diambil dari artikel punya user :D