Bagi setiap hamba Allah, musibah apapun yang terjadi pada"zamroni"
dirinya akan selalu diambil hikmahnya, akan disikapi
dengan cara yang benar, betapa pun pahitnya, betapa pun
berat dan sakitnya. Dengan penyikapan yang benar yakni
bersabar dan ikhlas, tentu akan mendatangkan pahala. Dan
sebaliknya, penyikapan yang salah akan mendapatkan dua
kerugian sekaligus, yaitu kerugian musibah serta kerugian
dosa. Musibah tidak hilang, sementara dosa pasti
bertambah.
Saudaraku... Demikian juga ketika rejeki yang saat ini
mungkin sedang tertunda, mari kita sikapi dengan benar,
dengan sabar sambil berintropeksi. Barangkali ini adalah
teguran atas kesalahan kita sendiri. Mungkin pada waktu
rejeki kita lancar, kita tidak sempat mengaji ke majelis
ta’lim karena terlalu sibuk, kita sering malas
ibadah, atau kita lupa tidak mensyukuri nikmatNya.
Saudaraku... Mungkin karena hal itu, Allah menegur kita
dengan mempersempit atau menunda rejeki. Jika perkara
ibadah kita sudah bagus, barangkali karena semangat kerja
dan keterampilan kita masih sangatlah rendah hingga kalah
bersaing. Dalam hal ini, Allah ingin mengingatkan
sekaligus memovitasi agar kita terus belajar dan belajar
serta menambah keterampilan, kemudian memacu semangat
berusaha dan disiplin serta bekerja keras.
Saudaraku... Dengan cara menunda rejeki ini, rupanya Allah
memberikan pengajaran dan pembinaan kepada kita. Oleh
karena itu, apapun yang terjadi pada diri kita, sebaiknya
penyikapan kita atas apa yang terjadi haruslah dengan
sikap yang positif. Ingatlah, Allah selalu memberikan yang
terbaik bagi hambaNya.
Tuesday, January 24, 2006
rezeki
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment